Ming. Okt 20th, 2019

Dari Equinox Hingga Hujan Meteor, Ini Fenomena Alam yang Akan Terjadi di Tahun 2019

3 min read
fenomena alam equinox merupakan satu dari sekian fenomena yang terjadi di 2019

Ingat dengan fenomena cuaca panas yang sempat viral di awal tahun 2019 kemarin? Ya, fenomena alam Equinox yang disebut-sebut bisa memicu sunstroke dan dehidrasi ini, memang sempat membuat sejumlah penduduk Indonesia panik. Bagaimana tidak, beberapa wilayah di Indonesia melaporkan bahwa di daerahnya tenagh mengalami kenaikan suhu udara.

Saking panasnya, suhu udara tertinggi bisa mencapai 37,6 derajat celcius, yang terjadi di Meulaboh, Aceh. Sebelumnya, Equinox sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni aequus yang artinya sama, dan nox yang artinya malam. Sehingga jika di artikan Equinox merupakan fenomena astronomi yang biasanya seruluh belahan dunia akan merasakan waktu malam dan siang yang sama panjang, yakni 12 jam.

Tidak hanya itu, fenomena alam ini juga membuat matahari melintasi tepat di atas garis khatulistiwa, yang secara periodik akan berlangung selama dua kali setahun, yakni 21 Maret 2019 dan 23 September 2019 nanti.

Selain itu, ada juga yang menyebutkan bahwa fenomena alam Equinox ini merupakan kondisi matahari yang tengah mencapai titik terdekat dengan bumi, sehingga suhu udara di bumi bagian tertentu akan naik beberapa derajat.

Di balik fenomena kenaikan suhu udara ini juga, banyak imbauan untuk masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh. Namun sebenarnya, fenomena ini tidak begitu membahayakan umat manusia yang ingin beraktifitas di luar ruangan. Sehingga, Anda tak perlu takut untuk berkegiatan saat fenomena Equinox kembali terjadi di bulan September nanti.

Baca Juga: Minimal Pendapatan Untuk Kartu Kredit Citibank

Tidak hanya fenomena alam Equinox saja yang akan terjadi di tahun 2019 ini loh. Karena masih ada beberapa fenomena alam langka lainnya yang bisa Anda jumpai di tahun ini. Apa saja?

Supermoon

Seperti namanya, supermoon berarti bulan yang terlihat nampak besar. Ya, salah satu fenomena ini memang akan membuat bulan terlihat lebih besar, karena di saat itu bulan berada di titik terdekat dengan bumi dalam orbitnya. Tidak hanya dekat, bulan juga akan lebih terang sekitar 14 persen lebih terang dari biasanya.

Supermoon sendiri akan terjadi tepat pada tanggal 21 Januari, 19 Februari, dan 21 Maret 2019. Namun di sisi lain, fenomena supermoon ternyata juga akan berdampak ke bumi, yakni adanya peristiwa pasang surut air laut. Untuk itu, BMKG pun mengeluarkan peringatan dini untuk 7 wilayah yang terdampak gerhana bulan total dan supermoon untuk beberapa hari.

Wilayah tersebut diantaranya adalah Pesisir Utara Jakarta, Pesisir utara Jawa Tengah, Pesisir utara Jawa Timur, Pesisir Cilacap, Pesisir Tanjung Benoa Bali, Pesisi Kalimantan Barat, dan Pesisir Makassar.

Segitiga Jupiter, Venus, dan Bulan

Nah, tepat pada tanggal 31 Januari 2019 kemarin, planet Jupiter dan Venus kabarnya telah mendekati Bulan. Lalu antara planet Jupiter, planet Venus, dan bulan pun akhirnya membentuk segitiga yang sangat memukau. Pasalnya, Jupiter akan berada sejauh 3 derajat dari Bulan, sementara Venus akan berada sejauh 8 derajat dari Bulan. Dekat sekali, bukan? Bahkan fenomena yang membentuk formasi segitiga ini bisa diamati tanpa alat bantu seperti teropong, alias dengan mata telanjang di seluruh Indonesia juga, lho. Fenomena tersebut bisa dilihat dengan cukup memukai khususnya bila disaksikan pada dini hari, tepatnya di sekitar langit bagian timur.

Selanjutnya ada fenomena alam hujan meteor, gerhana matahari total, dan gerhana matahari cincin yang bakal terjadi di tahun 2019 ini. Untuk lebih mengetahui penjelasan masing-masing terkait fenomena tersebut, Anda bisa melanjutkan membaca dengan cara mengklik link berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/siap-siap-5-fenomena-alam-ini-akan-terjadi-di-tahun-2019/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.